Sabtu, 09 April 2016

✿ Pantai Popoh Tulungagung, Keindahan Alam Yang Bisa Memikat Mata Yang Memandang.










[Tempat Tujuan Wisata di Indonesia]
Pantai Popoh Tulungagung, Keindahan Alam Yang Bisa Memikat Mata Yang Memandang.

Salah satu wisata pantai di Jawa Timur yang terkenal adalah Pantai Popoh Tulungagung. Pantai yang terletak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Kabupaten Tulungagung ini menyimpan pesona keindahan laut yang tak kalah menarik dari pantai-pantai lain di Pulau Jawa.

Jika Anda ingin mengunjungi Pantai Popoh ini, setidaknya Anda dapat meluangkan waktu selama 2 – 3 hari untuk dapat menikmati pesona indah dan kenikmatan wisata di sana. Sebagian kalangan penikmat perjalanan mengaku kurang puas jika hanya menghabiskan waktu sehari takala datang ke kawasan wisata Pantai Popoh Tulungagung.

Pantai Popoh Tulungagung begitu populer karena menyuguhkan pemandangan laut lepas yang begitu indah. Eksotisme horizon di depan mata dengan gulungan ombak yang terbilang besar dapat Anda nikmati dari atas bukit. Untuk mencapai puncak bukit ini, Anda harus memiliki stamina yang cukup untuk dapat mendaki anak tangga yang cukup panjang ke atas. Tetapi setiba di atas bukit, rasa lelah Anda akan terbayarkan dengan menikmati indahnya sunset di Pantai Popoh Tulungagung.

Untuk dapat masuk ke kawasan wisata menarik ini, Anda harus membayar tiket masuk Pantai Popoh Tulungagung ini sebesar Rp 3 ribu per orang, belum termasuk biaya parkir kendaraan. Tak jauh dari Pantai Popoh, ada sebuah pantai yang tak kalah menawannya, yaitu Pantai Sidem. Anda tidak perlu membayar tiket untuk dapat masuk ke Pantai Sidem ini karena memiliki garis pantai yang sama dengan Pantai Popoh.

Jika Pantai Popoh menyuguhkan Anda pengalaman wisata pantai dengan aneka kegiatan menarik, maka di Pantai Sidem Anda dapat menjumpai sebuah perkampungan yang dihuni oleh nelayan lokal. Dengan garis pantai yang mencapai panjang 500 meter, lanskap Pantai Sidem terlihat begitu indah dan alami dengan rimbun pepohonan yang tumbuh di sekitarnya. Jika bukan saat hari libur, pantai ini masih relatif sepi dari kunjungan wisatawan.

Anda dapat menyaksikan beberapa warga lokal yang sedang mencari anak-anak rajungan untuk makanan bebek. Selain itu, Pantai Sidem juga tempat yang cukup bagus untuk aktivitas surfing atau snorkeling.


Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.

“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” (Imam Syafi’i)


Selasa, 01 Maret 2016

✿ Lembah Harau, Kabupaten Limah Puluh Koto, Sumatera barat.










































[Tempat Tujuan Wisata di Indonesia]
  Lembah Harau, Kabupaten Limah Puluh Koto, Sumatera barat.

A. Selayang Pandang.
Menurut sebuah legenda, ‘Lembah Harau’ berasal dari lautan yang mengering. Legenda tersebut diperkuat oleh temuan dari survey team geologi Jerman (Barat) yang meneliti jenis bebatuan yang terdapat di Lembah Harau pada tahun 1980. Dari hasil survey team tersebut dapat diketahui bahwa batuan yang ada di perbukitan ‘Lembah Harau’ adalah batuan Breksi dan Konglomerat yang merupakan jenis bebatuan yang umumnya terdapat di dasar laut.

B. Keistimewaan.
‘Lembah Harau’ mempunyai tujuh air terjun (sarasah) yang mempesona. Ketinggian masing-masing air terjun berbeda-beda antara 50-90 meter. Air terjun tersebut mengalir dari atas jurang yang membentang di sepanjang ‘Lembah Harau’.

Pagar tebing cadas yang curam dan lurus menantang  untuk olah raga panjat tebing. Memasuki ‘Taman Wisata Lembah Harau’, seperti berada dalam sebuah benteng. Para wisatawan yang  berada di Lembah Harau serasa “dikepung” tebing kemerah-merahan dengan ketinggian antara 150 hingga 200 meter. Tebing itu tegak dengan kokohnya  yang mengelilingi lembah.

Di ‘Lembah Harau’ terdapat hutan lindung di dalamnya hidup beberapa binatang langka asli Sumatera. Di antara satwa  tersebut adalah monyet ekor panjang, primata jenis Maccaca Fascicularis. Bila beruntung, para wisatawan juga bisa menyaksikan harimau Sumatra, beruang, tapir dan landak yang hampir punah.

C. Lokasi.
‘Lembah Harau’ terletak di Kabupaten Lima Puluh Koto, Sumatera Barat, Indonesia.

D. Akses.
Objek Wisata ‘Lembah Harau’ dapat dijangkau dengan menggunakan transportasi darat. Dari kota Padang  ke Payakumbuh (ibu kota Kabupaten 50 kota), perjalanan  ditempuh selama 3 jam dengan menggunakan angkutan pribadi atau angkutan umum.  Jika menggunakan angkutan umum ongkosnya Rp.20.000,- per orang. Dari Payakumbuh  perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum yang melayani rute Payakumbuh-objek wisata. Untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi perpindahan mobil, para wisatawan dianjurkan menggunakan mobil pribadi atau mobil sewaan  dengan biaya sekitar Rp. 400.000,- per hari.

E. Tiket.
Tiket masuk untuk anak-anak Rp. 3.000,-per orang dan untuk dewasa Rp.5.000,- per orang.

F. Akomodasi dan Fasilitas lainnya.
Untuk wisatawan yang datang dari luar kota dan berniat bermalam, di tempat ini terdapat pondok kecil dan Rumah Gadang di dasar lembah  untuk tempat menginap. Harga sewa kamar semalam bervariasi, mulai dari Rp 50.000,-  hingga Rp 2 juta per malamnya. Bagi para wisatawan peminat olah raga panjat tebing, disediakan pemandu yang akan membimbing untuk melakukan olah raga  tersebut.


※ Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya… Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan... Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya… Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah… Yang laki2 entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid… Bahagiakanlah keluarganya… Luaskan rezekinya seluas lautan… Mudahkan segala urusannya… Kabulkan cita-citanya… Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji… Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar. Aamiin ya Rabbal'alamin.

“Bila kau tak tahan lelahnya belajar maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” (Imam Syafi’i)
 


 
;